BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Bendung Radikalisme, Rumah Qur’an Al-Ghuraba Meluruskan Pemahaman Al-Qur'an Pada Siswanya Sedini Mungkin

Bima, TABACANews.- Mencintai bangsa dan negara adalah salah satu yang dianjurkan dalam Agama Islam.

Demikian dikatakan Ustadz Sudirman H Maka, penceramah yang diundang Rumah Qur’an AL-Ghuraba, untuk mengisi kegiatan ceramah, Selasa (29/3/22).
 
“Mencintai negara dan bangsa adalah termasuk anjuran agama. Berarti kita tidak boleh melanggar hukum, sama dengan ajaran agama apapun bentuk perbuatan yang melanggar perintah Allah akan mendapat dosa,” urainya.
 
Diketahui, Rumah Qur’an AL-Ghuraba yang berlokasi di Kelurahan Rite Kecamatan Raba Kota Bima ini memang secara rutin mengadakan kegiatan ceramah, sebagai salah satu program pengajaran bagi siswanya agar lebih memahami kandungan ayat suci Al-qur’an.
 
Kali ini tema yang diusung adalah "Membangun Masyarakat Madani Berbasis Al- Qur’an yang cinta tanah air".
 
Sudirman, menyatakan dalam ceramahnya itu, betapa pentingnya mempelajari Kitab Suci Alqur'an. Karena kata dia, Al-Qur’an merupakan penuntun ke jalan yang benar.
 
Lanjutnya, sebagai tuntunan, tentunya terlebih penting lagi, memahami isi yang terkandung di dalam Al-Qur’an.
 
“Al-Qur’an akan menuntun kita ke jalan yang benar, selain itu juga Al-Qur'an mengajarkan kita untuk mencintai serta menghormati kedua orang tua, serta taat kepada pemimpin dan tidak melanggar aturan yang bisa merugikan diri kita sendiri bahkan orang lain.” Papar Sudirman.
 
“Apalagi beberapa hari lagi kita semua akan menjalankan puasa Ramadhan. Sebaiknya kita bermaaf-maafan, supaya puasa kita diterima dan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT.” Imbuhnya lagi.
 
Menariknya, saat memberikan ceramah yang diikuti oleh sekitar 60 siswa Rumah Qur’an Al-Ghuraba yang didirikan Bulan Agustus 2021 lalu itu, Sudirman acap kali  menyelinginya dengan memanggil maju siswa dan menanyakan tentang beberapa hal terkait kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Seperti apa itu arti ‘Bhineka Tunggal Ika’, apa lagu kebangsaan Indonesia, siapa nama Presiden Indonesia, hingga menghafal Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.
 
Bagusnya, setiap siswa yang mendapat giliran pertanyaan sang Ustadz, mampu menjawabnya dengan benar.
 
Siswa yang mampu menjawab nya pun nampak bertambah girang, saat Sudirman menyodorkan hadiah kepada setiap siswa yang menjawabnya tersebut.
 
Selingan semacam itu, kata Sudirman, perlu dilakukan agar anak-anak bisa sedini mungkin mereka mengenal dan memahami kebhinekaan negaranya, serta menanam kecintaan mereka akan tanah air.
 
“Walaupun kita berbeda namun tidak dibenarkan untuk saling bermusuhan. Kita harus hidup tanpa permusuhan satu sama lain,” pungkasnya.
 
Sementara itu pendiri Rumah Qur’an Al-Ghuraba, Ustadz Gunawan, usai kegiatan ceramah, menuturkan tentang insiatifnya mendirikan Rumah Qur’an tersebut.

Kata dia, berdasarkan namanya, Al-Ghuraba mengandung berarti orang-orang terasing, yang mempunyai makna orang yang memegang teguh islam dan iman dengan menggenggam kuat Al-Quran dan Hadits, serta senantiasa menyerukan amar ma'ruf nahi munkar di saat masyarakat sekitarnya telah banyak tersesat. karena kerusakan manusia.
 
Kerusakan manusia itu, lanjutnya, bukan hanya terkait perbuatan maksiat. Melainkan juga terkait masalah pemahamannya yang salah.
 
“Yang menjadi kerusakan di sini, pemahaman-pemahaman termasuk. Bukan hanya dari kemaksiatan-kemaksiatan yng beredar, tetapi juga pemahaman-pemahaman yang seperti khawariz. Itu termasuk kerusakan-kerusakan manusia,” terangnya.
 
Jadi lanjutnya, Rumah Qiur’an Al-Ghuraba tersebut didirikannya dengan maksud untuk merubah kelompok atau masyarakat sekitar agar tidak terpapar pemahaman-pemahaman yang cenderung radikal dan anti nasionalisme.
 
Menyinggung upaya deradikalisasi oleh pemerintah, Gunawan menyatakan, sangat mendukung upaya tersebut.
 
“Kita mendukung penuh. Kalau saya masih kedalam atau pemahaman saya masih tetap [seperti yang dulu], saya berlawanan gitu kan. Tapi setelah saya mengkaji, ternyata tidak demikian, gitu,” ungkapnya.
 
Dituturkannya, dengan pemahamannya yang dulu, ia menilai tidak mempunyai tujuan yang jelas dan sering dipergunakan oleh pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab untuk merong-rong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
“Jadi itu motivasi saya membangun ini [Rumah Qur’an Al-Ghuraba], itu bagaimana supaya teman-teman ini kembali dan masyarakat juga yang belum terpapar jangan sampai terpapar oleh pemahaman-pemahaman yang ada itu,” pungkas Gunawan.
 
Penulis : Arif
NEXT »

Tidak ada komentar