BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Teganya SMPN 2 Kota Bima, Minta Sumbangan Ini Itu Kepada Siswa di Tengah Darurat Corona


Penampakan surat edaran yang dikeluarkan SMPN 2 Kota Bima yang meminta sumbangan ini itu kepada siswa
Uang (sumbangan) yang baru disetor sekitar 60 porsen. Kalau ada keberatan dari orang tua siswa kita akan kembalikan
Kota Bima,Tabaca.my.id.- Kebijakan Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Bima, Jufri, S.Pd, mendapat keberatan sejumlah orang tua siswa.

Pasalnya di tengah kondisi darurat Virus Covid-19 seperti saat ini, pihak SMPN 2 Kota Bima masih saja tega mengeluarkan surat edaran kepada seluruh siswa untuk membayar uang sumbangan pelepasan atau perpisahan siswa yang tamat, serta guru yang memasuki pensiun tahun 2020 ini.

“Di saat kita sedang menghadapi kondisi darurat corona seperti sekarang ini, Kepala Sekolah (SMPN 2 Bima) malah masih mewajibkan siswa untuk membayar uang perpisahan hanya untuk pelepasan siswa dan perpisahan guru. Padahal kita lagi menghadapi corona,” sesal salah satu orang tua siswa, yang menuntut untuk tidak disebutkan namanya.

Masalah pungutan atau yang diistilahkan sumbangan itu, menurut orang tua siswa tersebut memang menjadi rutinitas tiap tahun pelepasan siswa.

“Tapi Kepala Sekolah harusnya melihat momen yang tepat dong. Bukan saat orang tua siswa lagi risau menghadapi bala corona.” Ujarnya.

Ditambah lagi, imbuh dia, saat ini siswa tidak diwajibkan untuk Ujian Nasional dan langsung terima ijasah. “Lalu untuk apa perlunya ada uang acara pelepasan siswa?” Tanya dia retoris.

Data yang didapat wartawan Tabaca, rincian biaya yang dipungut itu antara lain, sumbangan acara pelepasan siswa sebesar Rp.55.000, Map ijazah berlogo Rp.20.000, foto copi pembuatan SKHU Rp.20.000, untuk pembangunan Musollah Rp.20.000 dan untuk sumbangan guru pensiun atau pindah tugas sejumlah 5 orang Rp.5 000 .

"Sebagaimana yang kami ketahui jumlah siswa kelas IX di SMPN 2 sebanyak 11 kelas dengan jumlah siswa rata-rata 35 siswa. Dengan jumlah sumbangan yang diminta Total 145 ribu setiap siswa, berapa jumlah uang masuk coba?" Keberatannya.  .

Sementara Kepala SMPN 2 Kota Bima, Jufrin, S.Pd yang dikonfirnasi di sekolahnya, tidak menampik, bahwa pihaknya memang telah mengeluarkan surat kepada siswa kelas IX untuk membayar uang pelepasan dan sumbangan lainnya.

Namun dari uang yang masuk itu, kata Jufrin, sebagian akan dibelikan map berlogo dan foto copi SKHU untuk siswa.

Ia memaparkan, tahun sebelumnya seluruh sumbangan pelepasan untuk siswa kelas IX sebesar 150 ribu. Sementara tahun ini “hanya” 120 ribu.

“Uang (sumbangan) yang baru disetor sekitar 60 porsen. Kalau ada keberatan dari orang tua siswa kita akan kembalikan,” janjinya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Dikmen Kota Bima, Gufran, S.Pd yang dikonfirmasikan di kantornya, juga menyesalkan kebijakan Kepala SMPN 2 yang masih saja punya pikiran untuk menarik pungutan dengan alasan untuk pelepasan siswa saat corona sedang menghantui masyarakat.

“Saat ini tidak ada UN bagi siswa karena langsung terima ijazah. Saya baru tahu SMPN 2 pungut uang pelepasan sementara dalam dana Bos ada anggaran untuk itu semua," pungkas Gufran.

Penulis : Jedo
Editor : Mustamin M. Nur
« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar