BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

203 Pendatang dalam 24 Jam Terakhir yang Masuk Wilayah Bima Dinyataan Aman

Salah seorang petugas saat melakukan uji thermal dedngan thernmal gun terhadap salah satu pendatang

Mengacu pada hasil pemeriksaan, semua uji termal dengan thermal gun, berada dalam kategori suhu tubuh normal dibawah ambang batas 38°C
BIMA, tabaca.my.id.- 20 orang anggota Tim Terpadu Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bima yang ditempatkan di Pos Batas Wilayah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima atau tepatnya di Desa Madawau Kecamatan Madapangga terus melakukan pemeriksaan (screening) terhadap para pendatang yang masuk ke wilayah Kabupaten Bima.

Hasilnya, dalam rentang waktu 24 jam terakhir ini, sebanyak 203 pendatang dari jalur darat bagian barat seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Sumbawa dan Dompu berhasil discreening, dan dinyatakan aman.

"Mengacu pada hasil pemeriksaan, semua uji termal dengan thermal gun, berada dalam kategori suhu tubuh normal dibawah ambang batas 38°C,” ungkap  Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Aries Munandar, ST, MT Selasa (7/4) kemarin.

Operasional Posko ini sendiri sudah memasuki hari ke-9 sejak didirikan tanggal 29 Maret 2020 lalu. Disamping konsen dengan angkutan publik seperti bus yang datang dari Jakarta dan Surabaya dan mahasiswa yang memilih mudik, petugas juga banyak menemui pendatang dari pulau Bali yang melintas menuju NTT.

"Ada yang menggunakan kendaraan pribadi bersama keluarga, ada juga yang mengendarai motor secara beriringan, pelintas ini merupakan bagian dari dampak anjloknya sektor pariwisata di Bali sehingga banyak karyawan yang dirumahkan dan memilih pulang kampung," ujarnya.

Sementara 20 anggota Tim Terpadu yang ditempatkan di Pos Batas, merupakan personil gabungan dari gugus tugas yg terdiri dari 4 personil Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, 4 orang petugas Puskesmas, 4 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana), 2 personel TNI, 3 orang anggota 4 anggota SatPol dan 2 orang Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Bima.

Penulis : Sirajudin HI
Editor : Mustamin M. Nur

« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar